Mejuah-juah tanah karo simalem. Bagi Anda yang memiliki info tanah karo dan ingin dipublikasikan di blog ini silahkan kirim ke: karo_simalem@ymail.com
Showing posts with label Berita-Prasarana wilayah. Show all posts
Showing posts with label Berita-Prasarana wilayah. Show all posts

Thursday, April 19, 2012

Warga Berastagi Keluhkan Genangan Air Drainase

Pusat Kota Berastagi (theyudis.blogspot.com)
Drainase yang buruk di sejumlah tempat di kawasan kota wisata Berastagi mulai menuai masalah. Pasalnya  curah hujan yang turun tidak lagi dapat ditampung selokan yang ada.

Curah hujan yang tinggi beberapa pekan belakangan sesuai keterangan warga kerap membanjiri rumah mereka. Selain membanjiri sejumlah rumah warga sekitar 30 cm di kawasan Jalan Dagang, luapan air parit yang tidak tertampung drainase yang ada, juga menggenangi ruas jalan. Akibatnya jalan tersebut sulit dilalui pengendara dan pejalan kaki.

Untuk  mengatasi masalah tersebut warga meminta pemerintah daerah, melalui instansi terkait segera turun tangan dan mencari solusi. Menurut warga, kawasan Jalan Dagang sehari-seharinya merupakan areal pertokoan dan  stasiun angkutan pedesaan (Angdes) kawasan Berastagi dan sekitarnya. Oleh karenannya, aktivitas  perdagangan menjadi terganggu akibat masalah drainase tersebut.

Monday, April 16, 2012

Tiga Titik Jalinsum Rawan Longsor

Salah satu jalan rusak di Jalinsum (hariansumutpos.com)
Cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir dikhawatirkan berdampak terhadap bencana alam di Kabupaten Karo. Curah hujan yang cukup tinggi diperkirakan akan menimbulkan longsor di sejumlah titik, khususnya di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Karo dengan Dairi, Pakpak Bharat, Deliserdang, Simalungun, dan Provinsi NAD.

Hal tersebut disampaikan Kaban Kesbang Pol dan Linmas Pemkab Karo Drs Suang Karo-karo di ruang kerjanya, kemarin. Sesuai keterangan Suang, kawasan yang rawan longsor antara lain perbukitan lintas Medan-Berastagi, Kabanjahe-Naman Teran (menuju Kab. Langkat), perbukitan Tongging menuju (Kabupaten Simalungun).

Friday, March 12, 2010

Akses menuju Gang Bakti Memprihatinkan

Akses jalan di sekpanjang gang Bakti, Kampung Dalam, tepatnya antara Mapolres Karo-Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabanjahe sepanjang 105 meter rusak parah.

Bila hujan turun, air menggenang di sejumlah titik sekitar jalan berlubang tersebut. Akses utama warga ini sudah sekitar 10 tahun tidak mendapat perawatan dan perbaikan dari instansi terkait.

"Selama ini bila ada kerusakan kecil baik yang disebabkan karena pemasangan instalasi air maupun karena sesuatu hal, yang memperbaiki adalah masyarakat setempat yang rumahnya berdekatan dengan kerusakan kecil itu," ujar D Ginting, warga setempat, Senin (10/3).

Saturday, January 30, 2010

Jembatan Tigapancur memprihatinkan

Jembatan Tigapancur, Simpang Empat yang menghubungkan empat kecamatan yaitu, Simpang Empat, Payung, Tiganderket dan Kutabuluh terancam amblas. Lubang besar di sebelah kanan jembatan menuju Kecamatan Payung dari arah Kabanjahe ini  dikhawatirkan akan menggerus fundamen jembatan ke dasar sungai Lau Biang.

Menurut warga Desa Berastepu, Jhon Rocky Pinem (37), jembatan yang diperkirakan telah berusia 120 tahun itu sepertinya belum pernah mendapat perbaikan yang memadai. Bukan itu saja, kata dia, lobang besar yang sudah berlangsung tiga bulan, sampai sekarang belum juga diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum  Karo.

Saturday, January 23, 2010

5 truk terperosok di jalur Kabanjahe-NAD

Kerusakan jalan negara Kabanjahe-Propinsi NAD tepatnya di persimpangan Desa Pertumbuken dan Desa Laukapur, Tigabinanga yang semakin parah kembali meminta korban. Jumat (22/1) sekitar pukul 04.00 WIB, 5 truk yang sarat muatan jagung, pinang dan bahan bangunan terbalik dan lainnya terperosok di badan jalan yang berlubang.

Akibat kejadian tersebut lalu-lintas dari arah Kabanjahe menuju NAD macet total. Bahkan sejumlah PNS dan juga ratusan pelajar SMA dari beberapa desa yakni Sukajulu, Lisang, Butar, Kutambaru, Kutabangun, Simolap dan Laukapur  tidak bisa masuk kantor maupun sekolah ke Tigabinanga.

Thursday, January 21, 2010

Penataan kios darurat amburadul

Penataan kota Kabanjahe saat ini terkesan “amburadul” dan semraut, bahkan sejumlah ruas jalan protokol macet total, akibat di tengah jalan (separuh badan jalan) inti kota dibangun kios-kios darurat sebagai pengganti kios yang terbakar pada akhir 2008 lalu.

Sekretaris F-PDS (Partai Damai Sejahtera) DPRD Sumut Darmawan Sembiring kepada wartawan, Selasa (19/1) di DPRD Sumut mengatakan, kesemrawutan pusat pasar menyebabkan penataan kota terkesan amburadul.

“Kota Kabanjahe yang pernah meraih piala adipura, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain jorok, semraut dan macet, penataan kotanya juga sangat amburadul. Buktinya, jalan protokol yang mengelilingi pusat pasar di inti kota, separuh diantaranya telah dibangun kios-kios darurat,” kata Darmawan.

Menurut Darmawan, akibatnya hampir tiap hari terjadi kemacetan dan tak jarang para pengguna jalan mengeluh. Tidak hanya itu, para pedagangpun kecewa, sebab kios-kios darurat yang dibangun untuk tempat berjualan pengganti kios mereka yang terbakar tidak representatif.

“Para pedagang sebenarnya menginginkan Pemkab membangun kios yang permanen sebagai pengganti kios yang terbakar. Tapi kenyataanya, Pemkab hanya membangun kios darurat yang tidak layak sebagai tempat berjualan, sehingga sangat mengganggu keindahan kota,” tandas anggota Komisi C ini.

Darmawan yang merupakan anggota dewan dari Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini berharap Pemkab segera membangun pasar yang permanen, agar para pedagang yang selama ini mencari nafkah di pusat pasar itu dapat kembali berjualan dengan layak.

“Seharusnya ada langkah-langkah nyata dari Pemkab untuk membenahi inti Kota Kabanjahe dari kejorokan dan kesemrautan dengan sesegera mungkin membangun pasar dimaksud, sehingga tercipta kembali kebersihan dan kerapian kota sesuai harapan masyarakat. Tapi ini tidak, Pemkab seolah-olah kurang peduli,” ujar Darmawan.

Jika Pemkab Karo tidak sanggup membangun kembali kios yang terbakar, tambah Wakil Ketua DPW PDS Sumut itu, hendaknya mereka melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, sebab banyak investor yang menyatakan kesiapannya untuk membangun.(Sinar Indonesia Baru)

Thursday, November 05, 2009

Soal banjir, Pemkab diminta tanggap

DPRD Karo mendesak Pemkab untuk segera bertindak cepat dan melakukan langkah kongkrit dalam menangani daerah yang terkena dampak bencana banjir yang menyebabkan sedikitnya 60 ha tanaman warga rusak dan ambruknya jembatan yang menghubungkan desa Jandi dan desa Kidupen kecamatan Juhar kabupaten Karo, Kamis (29/10) lalu.

“Pemkab Karo harus segera memperbaiki infrastruktur jalan rusak dan jembatan yang ambruk karena hal itu menyangkut kepentingan orang banyak bagi warga di desa  tersebut,” ujar ketua komisi B DPRD Karo, Frans Dante Ginting.

Ditambahkan, lambannya penanganan terhadap daerah tersebut akan menyebabkan warga semakin tertekan. Selain itu, perbaikan jembatan yang menghubungkan desa Kidupen - desa Jandi itu dinilai harus menjadi fokus utama Pemkab Karo untuk memudahkan warga untuk saling berinteraksi.

“Itu akan sangat berguna untuk kelancaran sarana transportasi daerah tersebut. Khususnya, membantu petani untuk memasarkan produksi pertaniannya ke Kabanjahe. Apabila hal itu tidak diatasi, dikhawatirkan menyebabkan biaya transportasi yang dikeluarkan bagi petani semakin membengkak,” ujarnya.

Pemprovsu juga diminta untuk segera memberikan bantuan kepada petani. Pasalnya, sedikitnya 60 ha areal tanaman pangan dan hortikultura di daerah tersebut mengalami fuso. “Kita harapkan hal ini tidak berlarut-larut untuk mendukung visi dan misi Gubsu agar rakyat tidak lapar, tidak sakit dan tidak bodoh,” tuturnya.

Di desa  Kidupen, imbuhnya, bukan hanya padi yang rusak, tapi juga jagung, kacang panjang, cabe dan semangka. Lumpur juga merendam tanaman warga, sehingga tidak bisa dipanen atau bisa ditanam ulang langsung dan harus dibongkar untuk ditanami kembali.(Waspada)

Friday, October 30, 2009

Jalur transportasi lumpuh

Beberapa kawasan dan badan jalan khususnya badan jalan provinsi di kawasan Kabupaten Karo sejak Selasa (27/10) hingga Kamis (29/10) dilanda banjir dan longsor. Namun dilaporkan banjir dan longsor itu mulai surut dan dibersihkan.


Hujan yang turun sejak Selasa (27/10) pukul 22.00 WIB terjadi di ruas jalan provinsi Kabanjahe - Kuta Rakyat – Batas Langkat tepatnya pada Km 76.3 mengakibatkan terjadinya longsor badan jalan pada sisi kanan sepanjang lebih kurang 20 meter.
Menurut kepala UPRPJJ Kabanjahe, Syahbudi Siregar mengatakan, untuk menghindari bahaya yang lebih luas, pihaknya sudah menanggulangi dengan pekerjaan darurat dengan pemasangan rambu-rambu lalu lintas.

Menurutnya, kerusakan itu berada di sisi kiri dan kanan badan jalan di tepi jurang yang kedalamnya lebih kurang 8 meter. Disebutkan, bila kerusakan tidak segera ditangani bisa mengakibatkan putusnya jalan menuju Kuta Rakyat.

Sementara akibat banjir di badan jembatan Laudah dan badan jalan negara gerbang masuk dan keluar Kota Kabanjahe ke arah Tigapanah, sekitar 10 jam hubungan lalu lintas jalan negara menghubungkan kabupaten Karo, Kabanjahe dengan Sidikalang, Pematang Siantar dan ke Subusalam Aceh, mengalami kemacetan.

Banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Kabanjahe sekitarnya sehingga parit jalan tidak sanggup menampung dan mengalirkan air ke sungai Laudah, sehingga meluap ke badan jalan dengan cukup deras dan menutupi badan jembatan Laudah yang baru selesai diperbaiki sekira sebulan lalu.(Waspada)

Friday, October 23, 2009

Pembentukan Pemko Berastagi terganjal

Impian terbentuknya Pemerintah Kota (Pemko) Berastagi hasil pemekaran Pemkab Karo akan segera terwujud. Pasalnya, berbagai persyaratan sudah dilengkapi panitia pemekaran.
 
Namun sayangnya, hingga saat ini kelengkapan berkas yang belum dilengkapi dan diminta Depdagri dan DPR-RI adalah surat rekomendasi Bupati Karo dalam rangka pemekaran wilayah tersebut.

Ketua Panitia Pemekaran Pemko Berastagi, Iwan Sembiring Depari menuturkan pihaknya telah melakukan lobi-lobi serta pendekatan kepada Bupati Karo agar surat persetujuan tersebut diberikan.

“Akhir- akhir ini kami telah melakukan upaya kepada Bupati Karo, pendekatan kita adalah pendekatan dari hati ke hati, yang sifatnya silaturahmi sekaligus tukar pikiran,” terang Depari, Kamis (21/10).

Dia mengatakan, sejauh ini panitia belum bisa memberikan keterangan lebih jauh soal kapan Bupati Karo akan memberikan surat rekomendasi tersebut.

“Baiklah, nanti ada waktunya, kata Bapak Bupati, kepada kami ketika bertemu beberapa waktu lalu” ujar Iwan menirukan ucapan Bupati Karo.

Menurut Depari, Depdagri dan DPR-RI belum lama ini telah menghubungi panitia pemekaran Pemko Berastagi agar segera melengkapi beberapa persyaratan yang masih kurang.(Sumut Pos)



Thursday, September 24, 2009

Jalan Barusjahe-Kubu Colia rusak parah

Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe dengan Desa Kubu Colia Kecamatan Tigapanah yang panjangnya sekitar 300 meter saat ini sedang rusak parah.

Berdasarkan hasil pantauan wartawan ke lapangan beberapa waktu lalu, terlihat kondisi jalan telah berlubang. Bahkan batu jalan tersebut telah berserakan sehingga sangat menggangu setiap pengguna kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

"Dengan keadaan jalan yang telah berlubang seperti ini, kami harus ekstra hati-hati melintas di jalan tersebut. Saat membawa barang, mobil yang kami kemudikan harus dijalankan dengan ekstra hati-hati," ujar B Surbakti, salah satu pengguna jalan.


Hal yang sama diungkapkan oleh Barus, warga Desa Barusjahe. Menurut dia, kerusakan jalan tersebut memang sangat menggangu aktivitas warga desa. Para petani yang membawa hasil pertanianya ke pasar, tuturnya, mengalami kesulitan untuk melintasi jalan tersebut. Padahal, kata dia, daerah ini penghasil jeruk, kubis maupun kentang.

Dikatakan, warga sangat mengharapkan agar Pemkab Karo agar segera memperbaiki jalan tersebut. Jika jalan tersebut diperbaiki, tutur dia, perekomomian masyarakat sekitarnya pun akan terbantu.

"Janganlah Pemkab Karo hanya memperbaiki kantor Bupati saja namun juga harus memikirkan kepentingan masyarakat. Kerusakan jalan ini hanya berkisar lebih kurang 300 meter, sementara pembanguan kantor Bupati telah menelan puluhan miliar rupiah, jadi untuk apa Kantor Bupatinya megah sementara rakyatnya sengsara" ujar dia.(Analisa)